Makaroni Ngehe Tidak Membuka Sistem Franchise

2 min read

makaroni ngehe

Bagi para pecinta makaroni tentu sudah tahu donk apa itu mahe (makaroni ngehe)?

Itu lho, makaroni milik Ali muharam yang menurut yang di langsir oleh kompas.com bisa menghasilkan omzet hingga 3 miliar perbulan. wow

Tapi memang wajar juga sih, karena memang makaroni ngehe tampil beda dari makaroni makaroni lain yang ada dipasaran pada umumnya, karena sudah dikemas secara moderen serta menyediakan berbagai macam rasa seperti asin, pedas, keju, balado, otak otak, usus, mie lidi dan cimol.

Nah, berkat keberhasilan dan ketenaran makaroni ngehe ini ada banyak sekali lho yang tertarik untuk bergabung menjadi mitra dari mahe ini , karena tertarik dengan potensi keuntungan yang didapat.

Tapi sayangnya, secara tegas pihak manajemen makaroni ngehe menyatakan mereka tidak membuka sistem Franchise dalam menjalankan bisnisnya.

Hal ini diungkapnya melalui instagram resmi mereka

Dengan adanya pernytaan tersebut tentu banyak yang cukup kecewa, terutama bagi anda yang mungkin berharap bergabung dengan franchise makaroni ngehe, dan ingin mencoba untuk berbisnis franchise makanan terlaris. Karena jika makaroni ngehe membuka sistem waralaba tentu sangat potensial sekali untuk kita membuka cabang di daerah kita.

Namun tentu jangan sampai anda berkecil hati, karena tentu masih banyak sekali usaha makanan lain yang membuka sistem franchise yang juga tak kalah potensial dengan makaroni ngehe ini.

Sekilas Tentang Makaroni Ngehe

makaroni ngehe

Buat anda yang belum tahu, Makroni ngehe ini didirikan oleh seorang pemuda yang berasal dari tasikmalaya yang bernama Ali Muharam.

Yang mana, sebelum meraih kesuksesan dengan mengembangkan makaroni ngehe, beliau sempat menjalni getir pahitnya kehidupan di ibu kota, karena dirinya hanyalah seorang tamatan SMA yang tidak memiliki pekerjaan yang bagus.

Dari mulai OB hingga berjualan dikantin bank swasta pernah dijalaninya namun tetap berujung “ngehe” shingga tiba pada suatu titik dia memberanikan diri untuk merintis usaha kuliner sendiri

Makaroni Ngehe Didapat Dari Pinjaman Temen Yang Pada Saat Itu Dia Sendiri Tidak Yakin Bisa Mengembalikannya

Yang menarik dari kisah sukses makoroni ngehe ini adalah, modal awal yang didapat dari pinjaman temen, yang pada saat itu ali muharam sendiri tidak tahu harus mengembalikannya bagaimana, karena memang belum terfikir hendak membuka usaha apa.

Namun karena sudah ada modal, dia berfikir keras untuk membuka usaha apa hingga akhirnya memutuskan untuk menyewa tempat di daerah kebun jeruk dan mulai berjualan makaroni mehe.

Berawal Dari Kerja Sendiri Hingga Tidur Di Dapur

Yang tak kalah menarik juga adalah, ali muharam merintis usahanya benar benar sendiriian dari mulai penataan tempat, hingga pembuatan makaroni dikerjakannya seorang diri untuk menghemat pengeluaran dan baget yang terbatas.

Diapun lebih memilih tidur didapur dari pada harus mengeluarkan uang untuk kost lagi, yang tentunya akan membuat bengkak pengeluaran bulanan miliknya.

Semua itu dialakukan agar keuntungan yang didapatkan bisa difokuskan untuk menembangkan bisnisnya lagi.

Berawal Dari Omzet RP 30 Ribu Perhari Hingga Rp. 500.000 Perhari

Dengan kerja keras yang dialakukan akhirnya usaha yang dia rintispun mulai menunjukan hasil dari yang semula hanya beromzer RP.30.000 sehari hingga bisa beromzet Rp.500.000 perhari. sehingga dia bisa melunasi hutang kepada temannya dan mulai membuka cabang hingga total memiliki 30 cabang lebih.

Dari sekilas certa diatas, meskipun pada saat ini makaroni mehe tidak membuka sistem franchise, namun tentu bisa kita jadikan contoh juga, bahwa siapaun bisa untuk sukses asalkan mau bekerja keras serta tekun dalam mengembangkan usahanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *