Pengertian Waralaba, Contoh, Keuntungan, Perjanjian Dan Bentuk Bentunknya

3 min read

waralaba adalah

Sebagai mana kita ketahui waralaba adalah salah satu model bisnis yang cukup poupler di beberapa tahun belakangan ini, dan banyak diantara pebisnis waralaba menjadi jutawaan atau bahkan miliarder.

Disamping itu juga, waralaba adalah konsep bisnis yang saya bilang sangat menarik, karena kita tidak perlu membangun bisnis dari Nol yang sangat menguras waktu dan tenaga kita sudah bisa memiliki bisnis sukses secara ” Instan”

Untuk Itu Kali ini sangat penting untuk kita membahas secara lengkap tentang pengertian waralaba, contoh waralaba, keuntungan waralaba. bentuk bentuk waralaba dan penjanjian waralaba.

Hal ini agar pemahaman kita tentang bisnis waralaba semakin dalam dan tidak ragu lagi untuk mencoba untuk memulainya atau mungkin membuat usaha kita menjadi sistem waralaba.

Waralaba Adalah?

Mari kita lihat dari segi bahasa dulu, dimana waralaba itu sebenarnya berasal dari bahasa inggris dan francis yakni franchise atau franchising yang berarti hak atau kebebasan.

Nah, dari segi bahasa ini maka pengertian waralaba adalah suatu hak untuk menjual suatu produk atau jasa dengan bebas.

Sedangkan Menurut Asosiasi Franchise indonesia (AFI) arti waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang ataupun jasa kepada custumer, setelah pihak pemilik waralaba ( franchisor ) memberikan hak kepada perusahaan ataupun individu untuk ikut berbisnis dengan menggunakan nama, merek, system dan prosedur dalam jangka waktu yang telah ditetapkan sebelumnya melalui perjanjian waralaba.

Waralaba juga dapat diartikan sebagai strategi pemasaran yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha yang dikemas secara terstruktur , sehingga terjadinya jalinan kerjsama dalam jangka panjang dan berkesinambungan.

Definisi Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Nah sedangkan menurut peraturan pemerintah No 42 Tahun 2007 menjelaskan bahwa waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Dan waralaba juga harus memnuhi ciri ciri :

  • Memiliki Ciri Khas Usaha
  • Sudah terbukti memberikan keuntungan
  • Memiliki standar atas pelayanan dan barang
  • Mudah diajarkan dan diaplikasikan
  • Adanya dukungan yang berkesinambungan
  • Hak kekayaan intelektual yang sudah terdaftar

Sampai disini saya rasa cukup jelas tentang apa itu waralaba?

Keuntungan Waralaba

Untuk apa kita ikut waralaba dengan biaya yang cukup mahal, kenapa tidak memulai usaha sendiri?

Nah, yang perlu anda ketahui adalah, memulai usaha sendiri dari NOL itu memerlukan waktu yang tidak sedikit serta perjuangan yang cukup berat sebelum akhirnya bisa maraih kesukses.

Nah, dengan bergabung dengan usaha waralaba yang sudah sukses, memiliki nama yang sudah dikenal oleh masyarakat, memiliki produk yang laris dipasaran, artinya kita ikut mendopleng kesuksesan mereka, karena kita menjalankan usaha yang sama yang juga dibimbing langsung oleh mereka.

Itulah mengapa banyak yang rela merogoh kocek cukup dalam dan ikut menjalankan bisnis dengan system waralaba, karena keuntungan keuntungan tersebut

Contoh Waralaba

Ada banyak sekali contoh waralaba yang ada di indonesia yang terbilang cukup sukses, terutama warlaba dibidang makanan dan minuman diantarnya yang cukup terkenal adalah :

Kentucky Fried Chicken (KFC)

KFC adalah salah satu contoh usaha waralaba yang paling populer dan sebagai pelopor di indonesia dan terbilang sukses juga. karena memiliki banyak gerai di seluruh indonesia’

Waralaba Indomaret

Waralaba indomaret merupakan salah satu waralaba ritel lokal yang juga cukup sukses mengembangkan jaringan di kota kota di seluruh indonesia, terutama di kota kota besar dan yang sedang berkemang

Waralaba Alfamart

Selain indomaret ada juga alfamart yang juga merupakan salah satu contohh warala yang cukp sukses mengembangkan usahanya yang sudah memiliki ribuan jaringan diseluruh indoneisa

Secara lengkap bisa sahabat lihat artikel saya sebelumnya tentang : Contoh Waralaba

Bentuk Bentuk Waralaba

Nah untuk bentuk bentuk waralaba sendiri terbagi dalam berbagai jenis diantarnya

1.Produk Waralaba

Yakni suatu bentuk waralaba, dimana penerima waralaba hanya bertindak sebaga pendistribusi suatu produk dari pemberi franchise dengan pembatasan areal pula

2. Processing Waralaba

Yakni suatu bentuk waralaba yang memberikan hak kepada penerima waralaba untuk memproduksi suatu produk dan menjualnya kepada masyarakat dengan menggunakan merek dagang yang sama dengan pemberi waralaba ( franchisore )

3. Bisnis Opurtunity

Bentuk franchise ini biasanya mengharuskan pemilik bisnis untuk membeli dan mendistribusikan produk dari suatu perusahaan tertentu dan perusahaan harus menyeidakan pelanggan dan rekening khusus, sebagai gantinya pemilik bisnis harus membyarkan suatu biaya atupun prestasi sebagai konpensasinya

4. Bisnis Format Franchising

Bentuk waralaba yang satu ini yang paling populer. Dalam bentuk ini pihak franchisor menyediakan suatu metode yang telah terbukti pengoperasian dan strategi bisnisnya yang bisa di aplikasikan oleh rekanan perusahaan dengan menggunakan merek dagang yang sama

5. Group Trading Waralaba

Merupakan waralaba yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko toko grosir maupun eceran yang dilakukan oleh toko serba ada

Perjanjian Waralaba

Perjanjian waralaba sendiri sudah diatur di dalam Peraturan pemerintah NO 42 Tahun 20007 BAB III

Pasal 4

(1) Waralaba diselenggarakan berdasarkan perjanjian tertulis antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dengan memperhatikan hukum Indonesia.

(2) Dalam hal perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditulis dalam bahasa asing, perjanjian tersebut harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Pasal 5

Perjanjian Waralaba memuat klausula paling sedikit:

a. nama dan alamat para pihak;

b. jenis Hak Kekayaan Intelektual;

c. kegiatan usaha;

d. hak dan kewajiban para pihak;

e. bantuan, fasilitas, bimbingan operasional, pelatihan dan pemasaran yang diberikan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba;

f. wilayah usaha;

g. jangka waktu perjanjian;

h. tata cara pembayaran imbalan;

i. kepemilikan, perubahan kepemilikan dan hak ahli waris;

j. penyelesaian sengketa; dan

k. tata cara perpanjangan, pengakhiran dan pemutusan perjanjian.

Pasal 6

(1) Perjanjian Waralaba dapat memuat klausula pemberian hak bagi Penerima Waralaba untuk menunjuk Penerima Waralaba lain.

(2) Penerima Waralaba yang diberi hak untuk menunjuk Penerima Waralaba lain, harus memiliki dan melaksanakan sendiri paling sedikit 1 (satu) tempat usaha Waralaba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *